Wednesday, October 13, 2021

SH Mintardja - Meraba Matahari

Link Download :

Ceritera rekaan murni yang pernah ditayangkan sebagai ceritera “Kethoprak Sayembara” lewat stasiun TVRI Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Bandung yang penyelenggaraannya didukung oleh B.P. Kedaulatan Rakyat, dengan judul “KEBRANJANG ING GEGAYUHAN”

Ternyata “Kethoprak Sayembara” ini sangat menarik perhatian para pemirsa Televisi.

Dalam buku ini, ceritera tersebut disusun sebagai satu ceritera yang tentu saja berbeda dengan “skenario” untuk layar Televisi.

Dengan beberapa sisipan dan pemanis disana-sini mudah-mudahan ceritera ini pantas untuk dibaca.

Ceritera “KEBRANJANG ING GEGAYUHAN” dalam penampilannya yang baru serta berbahasa Indonesia berjudul “MERABA MATAHARI” berkisah tentang kehidupan yang mempunyai berbagai macam relung-relung yang kadang-kadang sulit untuk diselami. Sudut-sudut yang terang dan sudut-sudut yang gelap seakan-akan tidak terbatas. Kesadaran akan kegelapan biasanya baru datang kemudian setelah telapak tangannya mulai meraba-raba tajamnya ujung batu karang serta merasa pedih.

Tetapi telapak tangan itu pun akan segera terbakar apabila kita dengan congkak mencoba meraba matahari.

Namun mereka yang tetap berpegang pada kekuasaanNya, maka betapapun derasnya arus akan dapat terseberangi, betapapun tingginya gunung akan dapat terlompati.

Meskipun ceritera ini ceritera rekaan murni, namun ceritera ini tetap akan berbicara tentang manusia yang kita kenali dari berbagai sisi pandang serta berpijak pada warna kehidupan di bumi sendiri.

Sumber: https://serialshmintardja.wordpress.com/lain-2/meraba%20matahari/

No comments:

Post a Comment